Kamis, 23 September 2010

SAYYID UMAR BIN AHMAD BIN SALIM AIDID (1343-1421 H )


Assayyid Assholeh Salim Al Baal Shofi Al Hal Umar bin Ahmad bin Salim Aidid tinggal di Mekah Al Mukaromah, dilahirkan di Wadi Aidid salah satu wadi dipinggiran kota Tarim tahun 1343 H. Ibunya anak dari Assayyid Alwi bin Ahmad Assegaf Asshofi. Sayyid Umar Aidid hidup atas didikan orang tuanya. Ayahnya wafat ketika beliau berumur 10 tahun, lalu diasuh oleh kakaknya yang tertua bernama Idrus, sehingga beliau hafal Al-Qur’an dan sebagian matan.

Kemudian beliau belajar ilmu dari beberapa guru, salah satunya Al Habib Muhammad bin Hasan Aidid yang mengawinkan anak perempuannya. Allah memberikan kemudahan belajar dengannya, beliau membaca dan mendapat ijazah kitab "Tuhfatul Mustafiid". Selain belajar kitab tersebut dengan Habib Muhammad bin Hasan Aidid, beliau juga belajar dengan Habib Abdullah bin Umar Syatiri, Habib Abdulbari bin Syekh Al Aydrus, dan Habib Alwi bin Abdullah bin Syahabuddin. Beliau sangat senang mempelajari dan melazimkan didalam majelisnya membaca kitab Tuhfatul Mustafiid. Hatinya selalu diliputi cinta kepada Habib Alwi, dan selalu menyebutkan kebaikannya serta sering menyebutkan keadaannya. Begitu juga beliau belajar dengan Habib Musthafa bin Ahmad Al Muhdhor, Habib Muhammad bin Hadi Assegaf, dan Umar bin Abdullah Al Habsyi. Sayyid Umar Aidid juga belajar kepada Sayyidul Walid Ali bin Abubakar Al Masyhur, belajar kitab "Al-Mukhtashor Asshoghir" karya Bafadol, keduanya mempunyai ikatan yang dekat dan bersahabat, karena dua hal :

Ada unsur pernikahan pada anak Al-Habib Muhammad bin Hasan Aidid.

Assayyid Muhammad bin Abubakar Al Masyhur menikahi saudara perempuan Sayyid Umar Aidid, namanya Fatimah.

Guru-guru beliau yang lainnya adalah Assayyid Alwi Al Maliki Al Hasani, Assayyid Muhammad Amin Kutubi Al Hasani, Assayid Hasan Fad’aq, Assyekh Hasan Sa’id Yamani, Assayyid Muhammad Sholeh Al Muhdhor, Assayyid Abubakar Atthas Al Habsyi, Assayyid Abdul Qadir Assegaf, Assyekh Muhammad Nur Seif, Assayyid Muhammad Al Haddar, Assyekh Hasan Al Masyath, dan lainnya, semoga Allah meridhoi mereka.

Assayyid Umar Aidid mengajar dirumahnya didaerah Al Amirah di Balad Al Haram hingga wafat. Murid-murid beliau datang dari berbagai penjuru, satu diantara mereka Assyekh Muhammad Ismail Azzain.
Assayyid Umar Aidid pernah pergi ke Afrika (Assawahil) pada tahun 1364 H, untuk berdakwah dan memberi petunjuk ilmu selama satu tahun, kemudian kembali ke Tarim.

Assayyid Umar Aidid bertemu dengan pengarang kitab Assayyidul Walid Habib Ali bin Abubakar Al Masyhur di Mekah Al Mukaromah setelah Assayyid Walid keluar Yaman, keduanya berganti-ganti melakukan kunjungan. Assayyid Umar pernah tinggal di Mekah tahun 1371 H, dan bekerja di Haromain sebagai penulis. Dan tinggal di Madinah di Rubat Anas bin Malik, kemudian bekerja di Mekah. Pada waktu liburan resmi sering ziarah ke Hadhramaut, tekun menghadiri majelis-majelis di Mekah, salah satunya majelis Habib 'Athas Habsyi. Assayyid Umar Aidid mencintainya, selalu datang dan takjub dengan buah pikirannya. Assayyid Umar Aidid terkena bermacam penyakit diantaranya penyakit diabetes sampai salah satu kakinya diamputasi sehingga duduk di kursi roda selama hidupnya.

Habib Ali bin Abubakar Al Masyhur terus berkunjung kepada Sayyid Umar Aidid di Mekah dan Jeddah. Pernah Habib Ali berkunjung kerumahnya pada bulan Jumadil Tsani 1418 H, Habib Ali dan yang hadir mendapatkan ijazah dan dibacakan Fatihah buat yang hadir. Habib Ali membaca kitab Tuhfatul Mustafiid didepannya kemudian diijazahkan oleh Sayyid Umar Aidid dengan ijazah yang telah diijazahkan oleh pengarang kitab.

Kitab yang dikarangnya adalah Al Fajru Al Jadid (dalam tulisan tangan). Beliau mempunyai beberapa catatan-catatan atas beberapa kitab yang pernah beliau ajarkan. Dan telah meninggalkan perpustakaan yang ada pada anaknya Assayyid Abdul Qadir.

Assayyid Umar Aidid wafat pada hari Senin diwaktu fajar tanggal 26/12/1421 H dalam usia 78 tahun. Di makamkan diwaktu Ashar dipekuburan Ma’la dan meninggalkan 4 orang anak perempuan, 2 diantaranya wafat sewaktu kecil, dan 3 orang anak laki-laki, yaitu:

Muhammad, menetap di Tarim

Abdul Qadir, menetap di Mekah

Ahmad (wafat terlebih dahulu).


Sumber: himpunan-aidid.org 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar